Lembah Semilir

Lembah Semilir - Kemuning, Ngargoyoso
Wisata alam yang terbilang baru di sekitaran Tawangmangu ini berada di Dukuh Milir RT-01/XIV Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso. Udara yang sejuk dipadu dengan alam yang indah, menjadikan Lembah ini menjadi destinasi wisata yang asyik untuk mengabadikan momen anda. Lokasinya dapat dicapai dengan mudah. 


Pertigaan Keprabon
Rumah Hobbit
Sebelum masuk daerah Tawangmangu, tepatnya di perempatan Keprabon Karangpandan, anda akan dipertemukan plang Wisata Sukuh Cetho. Bila ke arah kanan maka anda akan menyusuri jalan Lawu Tawangmangu, sedangkan bila ambil kiri masuk gapura Sukuh Cetho perjalanan akan masuk kawasan wisata Ngargoyoso. Bila telah sampai Pasar Kemuning, lurus saja terus ke arah kebun teh kemuning. Persisnya, dari pasar kemuning ke utara, kemudian ikuti jalan sampai di depan rumah makan Omah Kodok. Nah, letak lembahnya tidak jauh dari Omah Kodok Resto ini. Letaknya dari omah kodok ini ke utara, anda perlu naik sedikit untuk sampai di lokasi. Obyek wisata ini memang belum seratus persen siap untuk dibuka untuk umum. Maklum saja, pembangunan sarana dan prasarananya baru sekitar 30 %. Akan tetapi, keindahan Lembah Semilir sudah terlihat. Sebagian masyarakat pun sudah mulai penasaran dan tak sabar melihat keindahannya.


Nah, tempat yang satu ini bisa menjadi tujuan wisata sekunder disekitaran Tawangmangu. Pemandangan lembah kebun teh begitu indah, dengan suasana khas pegunungan. Tempatnya dijamin instagramable banget buat kalian–kalian yang hoby selfie. Dengan harga tiket yang terbilang murah, dan tentunya yang namanya lembah pastilah ada jalan naik turun yang harus dilalui. 

Balkon bambu diatas kebun teh
Nahh... mau coba-coba sekalian olah raga biar badan gk gendut tuh. Sekilas yang admin lihat ada beberapa obyek selfie yang ada di kawasan Lembah Semilir ini. Selain pemandangan alam yang memukau, di dalam obyek wisata ini ada rumah pohon bertingkat di sebelah utara, dibawahnya ada sebuah rumah hobbit yang mengingatkan kita dengan rumah dibawah rumputnya teletubuies. Jalan memutar lewat sela-sela tanaman teh kearah timur dapat kita temui menara kincir angir seperti yang ada di Amsterdam, dengan rumah bambu sebelahnya buat istirahat, wahhh... cuman manjatnya nih jalan klo yg badannya gede hati-hati aja tar bisa jatuh guling-guling... hahahahaha.....

Kincir angin lembah semilir
Dari rumah hobbit belok ke kanan lagi ada area selfie daun cinta tepat ditengah kebun teh. Wahhh cocok nih buat selfie yg lagi kasmaran. Yang penting jangan lupa bawa minum biar enggak dehidrasi. Karena kalo sampai haus, bisa ngos-ngosan turun bukitnya buat sekedar beli minuman atau makanan ringan. maklumlah di tengah kebun teh gk ada yang jualan minuman karena memang belum ada warung, hanya dideket parkiran saja dapat ditemua pedagang bakso, soto, jagung bakar, siomay dan minuman ringan. 


Selain area selfie buat anak-anak da juga ayunan dan beberapa balkon bambu buat sekedar duduk dan menikmati landscape sekitar Lembah Semilir. Begitu sekilas wisata Lembah Semilir, silahkan yang ingin menuju lokasi siapkan stamina dan ajak teman-teman dekat, sodara, kerabat, mama papa adik kakak, klo nenek kakek jangan deh... kasihan tar bisa repot gendongnya hehehheheehe...

Tawangmangu Tempo Dulu


Jalan Cemoro Sewu 1940

Grojogan Sewu Dulu - Sekarang

Pedagang Kerupuk Pasar lama

Kebun sayur Dawuhan

Lapangan Sepak Bola Tawangmangu
tahun 1940 (dari timur)

Pondok Lawu

Taman Ria Balekambang 

Lapangan Sepak Bola Tawangmangu
tahun 1940 (dari Barat)

Ayunan di Taman Ria Balekambang

Kolam Taman Ria Balekambang 

Tugu Puncak Lawu 1930

Kebun Pak Tani

 

 




Kebun Sayur Mbah Padi, Tawangmangu
Ketemu lagi sahabat semua, kali ini penulis akan mengajak jalan-jalan ke kebun mbah Padi yang berlokasi di desa Banjarsari Tawangmangu, tepatnya sebrang jalan depan Kantor Telkom Tawangmangu. Yang menarik perhatian adalah warna hijau yang menyejukkan mata dengan beberapa tanaman yang masih sulit ditemui di Pasar Sayur Tawangmangu ataupun di pasar rakyat lainnya. Menurut penjelasan mbah Padi, sayur mayur yang beliau tanam memang bukan untuk konsumsi masyarakat biasa yang dijual di pasar tradisional, tetapi sayuran yang di tanam mbah padi disetorkan ke supermarket untuk dikonsumsi masyarakat kalangan atas. Nah... ini dia Sayur mayur yang ditanam mbah Padi warga Ngunut Lor Tawangmangu di  kebun garapannya :

1. Kai Lan (Brassica alboglabra)

mbah Padi mengenalnya sebagai Sawi Korea, sayuran ini juga dikenal sebagai "Brokoli Cina", bentuk tanamannya mirip dengan brokoli Eropa. Bagian tanaman yang masih muda lebih disukai karena merupakan bagian paling manis dan paling lembut dari tanaman. Kai Lan dapat dimakan segar atau direbus, dikukus ataupun digoreng.


Kai Lan memiliki struktur batang yang kokoh dengan daun datar yang luas. Diameter batangnya sekitar 1-2 cm saat dewasa dan siap dipanen setelahsetinggi sekitar 45cm. Brassica alboglabra yang ditanam mbah Padi tumbuh subur dengan perawatan yang baik. Daunnya yang hijau kebiruan khas sayuran segar cukup menarik perhatian. Sayuran jenis ini dapat tumbuh sepanjang tahun tanpa mengenal musim, namun saat  yang baik untuk pertumbuhan adalah akhir musim semi dan saat musim panas. 

Brassica alboglabra mengandung vitamin A untuk tubuh kita. Dimana tiap 100 gram mampu memenuhi 1/3 kebutuhan vitamin A harian, yang bermanfaat untuk kulit dan penglihatan serta membentuk daya tahan tubuh untuk melawan terjadinya infeksi. Kailan juga mengandung antioksidan betakaroten dan vitamin C untuk melawan penyakit degenerative dan penuaan. Kandungan zat-zat lain yang bermanfaat diantaranya protein nabati, dan vitamin C.


Bayam Spinach (Spinacia oleracea) 


Bayam dengan sebutan si Popaye seperti di film kartun, Merupakan tanaman berbunga dalam keluarga Amaranthaceae. Termasuk tanaman tahunan asli dari Asia tengah dan barat daya. Daunnya tumbuh hingga ketinggian hingga 30 cm. Bayam Spinach dapat bertahan hidup selama musim dingin, dengan bentuk daun bervariasi sepanjang 2-30 cm dan lebarnya 1-15 cm, Biasanya terlihat daun yang lebih besar di dasar tanaman dan daun kecil lebih dipucuknya. 

Struktur bagian-bagian tanaman ini berbeda jauh dengan bayam lokal yang memiliki batang dan daun bulat sebagaimana yang kita kenal di pasar tradisional. Berbeda pula dengan bayam bubut yang berdaun lebih kecil. 

Bayam Spinach akan berbunga pula bila diinginkan untuk dibenihkan, warnanya bunganya kuning kehijauan, diameter bunga 3-4 mm. Bila telah terlalu tua bunganya akan mengeras menjadi benih yang dapat disemaikan, sebagaimana bunga bayam lokal.

Tiap-tiap detail daunnya banyak mengandung vitamin A dan C serta Kalsium, Seng dan zat Besi, yang bermanfaat untuk tubuh kita jika direbus tidak terlalu lama. Dalam penyajiannya spinach dapat di kukus, direbus, dibuat cha asin, digoreng, atau di buat sup.
 
Selain sayuran diatas mbah Padi juga menanam beberapa jenis sayuran diwaktu sebelumnya, seperti ; Buah Bit (Beta Vulgaris), Sawi Australia, Bayam merah (Amaranthacea Gangeticus), Selada hijau (Lactuca sativa), Sawi  sendok (Brassica Juncea), dan beberapa jenis sayur lokal lainnya.


Secara visual tanaman di kebun sayur mbah padi terlihat subur dan terawat dengan baik. Mbah Padi begitu ulet dan tekun merawat tanaman di kebun miliknya. Juga keramahannya dalam menyampaikan informasi kepada beberapa pengunjung yang kebetulan lewat dan singgah di kebun sayurnya. Tidak sedikit pula yang bertransaksi membeli langsung dilokasi untuk menikmati sayuran yang dipetik langsung dari kebun yang masih segar.

Dari kunjungan diatas telah menambah daftar panjang berbagai jenis sayur mayur yang ditanam petani Tawangmangu. Ini menjadi salah satu bukti bahwa Tawangmangu sebagai kota wisata memang berpotensi menjadi produsen buah dan sayur mayur yang cukup besar dan bervariatif di Kabupaten Karanganyar pada khususnya.

Pembaca yang berminat memesan atau hanya sekedar ingin informasi mengenai produksi kebun mbah Padi bisa call langsung dengan beliau di 0857 2540 8809. Bisa juga pembaca budiman untuk berkunjung ke kebun beliau di desa Banjarsari, depan Wisma Telkom Tawangmangu.

Tawangmangu Kota Wisata


Selamat Datang di Tawangmangu
Tawangmangu, “tawang” yang berarti langit / tempat yang tinggi, “mangu” berarti tempat yang nyaman, adalah ibukota kecamatan ujung timur Kabupaten Karanganyar yang berbatasan dengan Propinsi Jawa Timur. Berada diperbukitan kaki gunung Lawu pada ketinggian sekitar 1200 meter diatas permukaan air laut. Merupakan daerah perbukitan hijau yang terkenal sebagai daerah pariwisata, berhawa sejuk khas pegunungan.


Kantor Kecamatan
Tawangmangu dan wilayah disekitarnya memiliki puluhan mata air kecil maupun besar yang menjadi sumber air bagi warga Tawangmangu sendiri, Karanganyar dan sekitarnya. Sungai-sungai dengan airnya yang dingin dan jernih dapat dijumpai diberbagai penjuru pedesaan. Keramah tamahan warga pedusunan Tawangmangu menjadi pelengkap daya tarik wisatawan yang datang dan juga kebudayaan yang dimiliki seperti Kesenian Reog, Jarang kepang, Pasukan Kuda Turonggo Karyo, maupun Tradisi yang dimiliki tiap-tiap pedusunan. Demikian halnya dari indahnya pemandangan alam pegunungan disekitarnya yang hijau oleh jutaan pohon pinus, cemara dan lahan pertanian tanaman pangan, bak karpet hijau membentang luas yang sejuk dimata. 


Pertanian sayur  mayur
Tawangmangu dapat diakses melalui jalan darat dari berbagai penjuru. Khusus kendaraan umum bisa ditempuh dari Magetan jawa timur, Matesih, maupun dari Solo sejauh 42 km dari palang Palur. Dapat juga melalui jalan desa dari Candi Sukuh Ngargoyoso yang terletak disebelah utara, maupun dari Kecamatan Jatiyoso yang terletak disebelah selatan.
Sejak masa pemerintahan Kolonial Belanda, Tawangmangu telah dikenal hingga manca negara. Karena keindahan alamnya dan beberapa titik yang menjadi pusat obyek wisata alam, dimana ada air terjun Grojogan Sewu sebagai maskotnya kala itu, dan beberapa obyek wisata alam lainnya yang tak kalah menarik. Indahnya alam pegunangan mampu menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun wisatawan manca Negara.

Grojogan Sewu
Untuk mendukung kelancaran sarana transportasi, pemerintah telah membangun jalan baru kearah Magetan Jawa Timur, tembus hingga obyek wisata Telaga Pasir Sarangan. Pembangunan jalan ini telah dimulai sejak tahun 2006 dan ditargetkan selesai tahun 2013. Pembangunan infra struktus ini meliputi jalan aspal sepanjang 9,15 km dan beberapa jembatan besar untuk menggantikan jalur lama yang dulunya terlalu menanjak sehingga tidak dapat dilalui kendaraan-kendaraan besar. Rute baru yang sedang dikerjakan saat ini telah dipilih rute yang tidak terlalu menanjak. Diharapkan kelak dapat dilalui kendaraan-kendaran yang lebih besar, baik Bus antar propinsi maupun kendaraan angkutan lainnya.

Taman Ria Balekambang
Kecamatan Tawangmangu terbagi menjadi beberapa Desa Kelurahan yang terdiri dari 3 Kelurahan dan 7 Desa, yaitu Kelurahan Tawangmangu, Kelurahan Blumbang, Kelurahan Kalisoro, Desa Bandardawung, Desa Gondosuli, Desa Karanglo, Desa Nglebak, Desa Sepanjang, Desa Tengklik, dan Desa Plumbon. Mayoritas masyarakat Tawangmangu berkerja sebagai petani, sebagian kecil lagi bekerja dalam beberapa bidang, seperti ; karyawan instansi perkantoran negeri maupun swasta, pedagang, pertambangan batu kapur, batu alam dan trass, home industri kerajinan/souvenir/ukir maupun industri makanan yang banyak terdapat dibeberapa desa, jasa angkutan umum dan jasa perhotelan.


DAFTAR PIMPINAN DI KECAMATAN TAWANGMANGU

Office : Jl. Lawu No 17 Tawangmangu
Telp. 0271-697001 Faks. -

CAMAT
Nama  :  Titik Umarni, SH

SEKRETARIS
Nama  :  SIBUN, SH
Rumah :  Blumbang RT 3 RW II, Tawangmangu
Telp. :  R 0271-697729
HP 08112631357

KASI PEMERINTAHAN
Nama  :  SUPARYO, B.Sc
Rumah :  Pandan Lor RT 4 RW XIV, Karangpandan, 
Kec. Karangpandan
HP 082137632431

KASI KETENTRAMAN & KETERTIBAN
Nama  :  SANTOSO, S.Sos
Rumah :  Kalisoro RT 01/02
HP 081548762315; 085878361115

KASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Nama  :  SUWARSO, S.Sos
Rumah :  Ngrobyong RT 1 RW VI, Tohkuning, Karangpandan
HP 081329192939

KASI KESEJAHTERAAN SOSIAL
Nama  :  Mulyono Puji Sasmito, S.Sos

KASI PELAYANAN UMUM
Nama  :  KAMIJO
Rumah :  Nglebak, Tawangmangu
HP 08122633147

KASUBAG PERENCANAAN & KEUANGAN
Nama  :  Sutamso, SH
KASUBAG KEPEGAWAIAN
Nama  :  Waluyo Jati, Sip, MM

Jl. Lawu No 17 Tawangmangu
Telp. 0271-697001
Fax. - 

E-mail: tawangmangu@karanganyarkab.go.id

Sumber : 

Kabut tebal Cemoro Kandang
Dalam bidang pariwisata, diwilayah Kecamatan Tawangmangu terdapat beberapa obyek pariwisata, diantaranya yaitu ; Grojogan Sewu, Taman Ria Balekambang, Air Terjun Pengantin, Air Terjun / Pertapan Pringgodani, Puncak Lawu, Wana Wisata Cemoro Kandang, Bumi Perkemahan Sekipan, Bumi Perkemahan Camping Lawu Resort, Sumber Air Panas Cumpleng,  Situs Menggung dan Desa Sentral Tanaman Hias, serta perkebunan Salak Lawu.
Selepas berwisata, pengunjung dapat beristirahat dipenginapan maupun hotel yang tersebar diberbagai sudut perkotaan. Ada juga wisata kuliner seperti sate kelinci, sate landak, sate biawak, Sop dan berbagai menu hidangan restoran khas Tawangmangu. 

Sate Landak
Masih kurang lengkap juga bila pengunjung belum menyempatkan diri untuk berbelanja barang-barang souvenir dan oleh-oleh makanan khas Tawangmangu yang terdapat dipertokoan sepanjang jalan menuju obyek wisata, maupun yang tersaji di Pasar Wisata Tawangmangu. Tidak jauh dari Tawangmangu terdapat juga beberapa obyek wisata yang dapat ditempuh dengan mudah, diantaranya yaitu ; Candi Sukuh, Candi Cetho, Taman Saraswati, Candi Ketek, Air Terjun Parang Ijo, Air Terjun Jumog, Perkebunan Teh Kemuning, Sapto Tirto Pablengan, Gunung Kendil, Astana Mangadeg, Giri Bangun, Astana Giri Layu, dan Telaga Sarangan serta Telaga Wurung di Magetan Jawa Timur.

Salak Lawu
Untuk menambah daya tarik bagi wisatawan, dalam waktu dekat Pemkab Karanganyar akan menggarap mega proyek pembangunan wisata air Water Boom yang rencananya akan dikerjakan di dekat sumber air panas Cumpleng, Desa Plumbon. Gagasan ini pernah disampaikan sebelumnya, untuk dibangun Waterboom di sumber air panas Pablengan, Kecamatan Matesih. Namun akhirnya rencana itu terbangkalai begitu saja, karena investornya lari. Baru kemudian untuk saat ini gagasan tersebut dibuka lagi dan akan dilakukan desain ulang proyek water boom sumber air panas Cumpleng Desa Plumbon dengan luas area sekitar 4 hektar dan diperkirakan akan menelan biaya kurang lebih hingga 3 milyar rupiah.

Sumber :

Grojogan Sewu

Grojogan Sewu Tawangmangu
Berada pada ketinggian kira-kira 1000 meter di atas permukaan air laut. Air Terjun Grojogan Sewu, berada di Komplek Hutan Wisata pepohonan pinus Kecamatan Tawangmangu, 27 km dari Karanganyar kota, memiliki luas lahan 20 ha, dapat ditempuh dengan kendaraan umum dari terminal bus Tawangmangu atau berjalan kaki sejauh 1 km, serta dapat dijangkau dengan mudah dari villa-villa maupun penginapan dan hotel yang banyak tersebar di sekitar komplek hutan wisata.


Grojogan sewu sendiri sebenarnya hanya terdiri dari 1 buah air terjun dengan ketinggian 80 meter, disebelahnya terdapat puluhan kucuran kecil dari mata air diatasnya. Udara yang sejuk dan panorama yang indah menjadi daya pikat tersendiri dari obyek wisata ini. Dipagi hari akan terasa lebih nyesss dinginnya udara diselimuti kabut tipis kaki Gunung Lawu. Grojogan Sewu telah menjadi tujuan utama wisatawan domestik maupun manca negara sejak masa lalu hingga saat ini yang datang ke Tawangmangu.

Untuk dapat mencapai lokasi air terjun pengunjung harus berjalan kaki menuruni ratusan anak tangga mulai dari pintu masuk di loket satu, bagitupun saat kembali ke pintu masuk. Pengunjung yang tidak terbiasa berjalan jauh bisa dibuat ngos-ngosan menaiki anak tangga menuju pintu keluar. Terlebih bila bawaan pengunjung menarik perhatian monyet-monyet liar yang pada nongkrong dipepohonan atau di pagar-pagar sepanjang jalan. Bisa-bisa monyet-monyet itu membuat pengunjung berteriak-teriak histeris diserang kawanan monyet yang minta jatah makan siangnya. Cukup nakal ya....

Selain lewat loket 1 sebagai pintu utama pengunjung bisa lewat jalur lain dengan berjalan kaki melewati wana wisata hutan pinus menuju loket dua di sebelah barat dari areal komplek wisata dengan kondisi jalanan yang sedikit menanjak. Selain menikmati keindahan air terjun, pengunjung juga dapat menikmati segarnya berenang di air kolam yang dingin maupun bersantai bersama keluarga didalam areal komplek air terjun, atau bermain di sungai yang jernih airnya. Ada pula mainan anak-anak seperti kereta mini, taman bermain, Flaying fox dan arung jeram juga bagi kamu-kamu yang suka tantangan, atau untuk pengunjung rombongan bisa memesan Paket Outbon d terlebih dahulu.

Dan pengunjung tak perlu cemas bila kecapean atau kelelahan, karena pengunjung bisa beristirahat dimana ada warung-warung kecil yang menjajakan aneka rasa dan ragam masakan khas Tawangmangu, yang menyediakan tikar untuk merebahkan diri. Ada yang siap dengan jasa memijit juga loh.... Pokoknya lengkap... ada Sate ayam, sate kelinci, sate sapi, soto, timlo, nasi goreng, lontong tahu, capjay, mie rebus dan goreng, Ketupat tahu dan masih banyak lagiii... kpmlit beserta minumannya.
Diluar komplek pengunjung akan disuguhi aneka barang kerajinan, souvenir dan makan  ringan untuk oleh-oleh khas dari Tawangmangu yang tersaji di warung-warung souvenir sepanjang jalan di luar loket masuk. Tidak lupa bagi yang ingin mencoba menunggang kuda sekedar untuk coba-coba ataupun untuk menempuh perjalanan ke lokasi lain di Tawangmangu, puluhan penyewa kuda dari persatuan Turonggo Karyo siap mengantar pengunjung sampai ke tempat tujuan.

Tidak jauh dari komplek Grojogan Sewu pengunjung bisa bersantai bersama keluarga terutama yang membawa anak-anak kecil di areal Taman Balekambang. Di taman ini ada berbagai jenis mainan layaknya taman bermain untuk anak yang terdiri dari kolam renang, ayunan, komedi putar, manky board, flying fox, kolam ikan, sepada gunung beserta jalurnya, menara pengintai, lapangan tennis, kebun bunga yang menyediakan aneka macam tanaman hias untuk pengunjung, dan wisata kuliner di warung-warung makan sekitar lokasi tentunya. Walau tidak begitu luas namun pengujung bisa leluasa dan aman untuk memarkir kendaraannya. Untuk pengunjung rombongan ada paket outbond juga loh ditaman Balai Kambang, yang akan dipandu oleh tim setempat. Tentu saja harus memesan terbih dahulu. Penasaran ingin mecoba??? datang aja ke Tawangmangu kota kami tercinta...!!

Air Terjun Pringgodani

Air Terjun Pringgodani
Air Terjun Pringgodani terletak di Desa Blumbang 4 km dari terminal bus Tawangmangu, dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 1,5 km dari jalan raya. Berada di kaki Gunung Lawu  kordinat 7°39'02"S - 111°09'29"T dan 1531 meter diatas permukaan air laut. Pringgodani adalah obyek wisata sejarah berupa petilasan Rumah bermotif joglo yang dijadikan sebagai tempat bersemedi. Tempat ini merupakan petilasan Eyang Kacanegara, disebelahnya terdapat mata air sendang pengantin yang disakralkan,terdiri dari tujuh kucuran mata air dari lereng bukit. Para peziarah yang datang biasanya mandi di sendang sebagai puncak ritual mereka pada tengah malam. Sendang itu sendiri berada di atas air terjun, dan tempat inilah yang biasa dikunjungi sedangkan air terjunnya hanya bisa dilihat dari kejauhan karena lokasinya yang sulit dijangkau. 


Menurut cerita dari penduduk setempat, Pertapan Pringgodani merupakan tempat bertapa seseorang yang pernah mengalahkan Prabu Baka pada jaman kerajaan Kaling. Sedangkan menurut penganut aliran spiritual, Pringgodani adalah wilayah kekuasaan Prabu Brawijaya V (raja majapahit terakhir) yang diserahkan kepada Eyang Kacanegara, ditempat inilah Eyang Kacanegara bertapa dengan tongkat menancap di tanah mendekatkan diri kepada sang Maha Pencipta, memohon untuk dapat hidup abadi, konon tongkat tersebut kini telah tumbuh menjadi sebuah pohon yang disebut kayu lewung. Dalam bertapa, apa yang diinginkan oleh Eyang Kacanegara belum dipenuhi oleh Sang Pencipta dan sesuai petunjuk gurunya agar keinginannya dipenuhi maka beliau harus naik ke puncak Lawu dan kembali bersemedi disana. Tentang kebenarannya kita tak mengetahuinya secara pasti.

Pertapan Pringgodani
Air terjun pringgodani terdiri dari 2 tingkat, 3x lebih tinggi dibanding Grojogan Sewu yang telah populer. Selain 2 tingkat air terjun utama, sepanjang jalan setapak juga terlihat beberapa air terjun kecil yang tersembunyi dibalik tebing curam. Mengingat posisinya pada tebing yang sangat curam, kita hanya bisa menikmati keindahannya dari kejauhan saja. Namun keindahan alam disekitarnya tak kalah menarik, cukuplah untuk refresing mata dengan hamparan lahan pertanian sayur-mayur hijau yang menyejukkan hati ditambah dengan udara dingin khas Tawangmangu. Namun hingga saat ini keberadaan Pertapan Pringgodani dan air terjunnya masih belum dikelola secara maksimal mengingat lokasinya yang jauh dari jalan raya, medannya yang berat dan belum dapat di jangkau dengan kendaraan bermotor. 

Entri Populer